Karena 'saling' itu tidak sendirian.
Tulisan kali ini untuk kalian—orang yang merubah diri untuk orang yang kalian cintai. Aku ingin meminta satu hal kepada kalian, tolong jadilah diri kalian sendiri, jangan mengubahnya. Karena sebenarnya kamu akan menjadi lebih indah dan bermakna jika menjadi dirimu sendiri.
Mungkin kamu akan berpikir, "bagaimana bisa aku mendapatkan atau menyenangkan hatinya jika aku tak merubah sikapku yang ia tak sukai?"
Atau bahkan, "ini sebuah bukti bahwa aku benar-benar serius menyayanginya, aku ingin dia senang atas perubahan yang siginifikan dariku."
Baiklah. Itu pilihanmu. Namun izinkan aku mengeluarkan pendapatku, ya? Menurutku, ketika seseorang saling mencintai, itu tandanya harus saling menerima satu sama lain, entah itu sifat maupun kebiasaan yang baik ataupun buruk. Karena jika hanya salah satu pihak yang menerima apa adanya, sedangkan pihak yang lain tak menyukai salah satu sifat atau kebiasaan yang ada pada dirimu, itu bukanlah cinta yang sesungguhnya.
Kemudian, setelah saling menerima satu sama lain, barulah bersama-sama saling memberi pengertian tentang sifat-sifat buruk itu. Saling memperbaiki tanpa memaksa adanya perubahan, karena seiring berjalannya waktu bersama, aku yakin nanti pasti sudah tak akan memikirkan hal itu lagi. Karena kebahagiaan yang kalian inginkan ialah adalah dengan kebersamaan satu sama lain.
Karena sebenarnya kata 'saling' itu tidak sendirian, namun berhubungan satu sama lain yang bisa mengakibatkan hubungan timbal balik menjadikan sebuah ketergantungan dan kebutuhan untuk melengkapi satu sama lain.
Sama halnya dengan saling mencintai, jika hanya salah satu yang mencintai, itu bukan cinta. Jadi, apakah kalian saling mencintai, atau hanya salah satu yang terobsesi untuk mencintai, atau bahkan dicintai?
Karena 'saling' itu tidak sendirian.
Mungkin kamu akan berpikir, "bagaimana bisa aku mendapatkan atau menyenangkan hatinya jika aku tak merubah sikapku yang ia tak sukai?"
Atau bahkan, "ini sebuah bukti bahwa aku benar-benar serius menyayanginya, aku ingin dia senang atas perubahan yang siginifikan dariku."
Baiklah. Itu pilihanmu. Namun izinkan aku mengeluarkan pendapatku, ya? Menurutku, ketika seseorang saling mencintai, itu tandanya harus saling menerima satu sama lain, entah itu sifat maupun kebiasaan yang baik ataupun buruk. Karena jika hanya salah satu pihak yang menerima apa adanya, sedangkan pihak yang lain tak menyukai salah satu sifat atau kebiasaan yang ada pada dirimu, itu bukanlah cinta yang sesungguhnya.
Kemudian, setelah saling menerima satu sama lain, barulah bersama-sama saling memberi pengertian tentang sifat-sifat buruk itu. Saling memperbaiki tanpa memaksa adanya perubahan, karena seiring berjalannya waktu bersama, aku yakin nanti pasti sudah tak akan memikirkan hal itu lagi. Karena kebahagiaan yang kalian inginkan ialah adalah dengan kebersamaan satu sama lain.
Karena sebenarnya kata 'saling' itu tidak sendirian, namun berhubungan satu sama lain yang bisa mengakibatkan hubungan timbal balik menjadikan sebuah ketergantungan dan kebutuhan untuk melengkapi satu sama lain.
Sama halnya dengan saling mencintai, jika hanya salah satu yang mencintai, itu bukan cinta. Jadi, apakah kalian saling mencintai, atau hanya salah satu yang terobsesi untuk mencintai, atau bahkan dicintai?
Karena 'saling' itu tidak sendirian.
Komentar
Posting Komentar